Gletser Margerie menjadi salah satu pemandangan alam paling spektakuler yang dapat ditemukan di Alaska, Amerika Serikat. Hamparan es raksasa ini berada jauh di dalam Glacier Bay National Park and Preserve, kawasan yang dipenuhi pegunungan tinggi, fjord, hutan pesisir, laut dingin, serta lebih dari seribu gletser dengan ukuran yang berbeda.
Keistimewaan Margerie terlihat ketika wisatawan mendekatinya menggunakan kapal. Dinding es setinggi sekitar 61 meter muncul di ujung Tarr Inlet dengan latar Fairweather Range yang tertutup salju. Warna putih dan biru memenuhi pemandangan, sementara bongkahan es kecil mengapung di permukaan air.
Pada waktu tertentu terdengar suara retakan dari bagian depan gletser. Beberapa saat kemudian, potongan es dapat terlepas dan jatuh ke laut. Peristiwa tersebut dikenal sebagai calving dan menjadi salah satu pengalaman yang paling ditunggu wisatawan ketika berkunjung ke Glacier Bay.
Margerie Berada di Bagian Terjauh Glacier Bay
Margerie Glacier berada di bagian utara Tarr Inlet, salah satu cabang perairan Glacier Bay. Lokasinya cukup jauh dari pusat layanan taman nasional di Bartlett Cove sehingga perjalanan menuju gletser dilakukan menggunakan kapal.
Posisinya berada di lingkungan yang sangat alami dengan sedikit sekali pembangunan manusia.
Pegunungan tinggi mengelilingi gletser, sementara laut menjadi jalur utama yang digunakan pengunjung untuk mencapainya. Situasi tersebut membuat perjalanan menuju Margerie mempunyai karakter berbeda dari objek wisata es yang dapat dicapai menggunakan mobil.
Wisatawan biasanya sudah melihat berbagai pemandangan sebelum Margerie muncul di kejauhan.
Kapal melintasi fjord, pulau kecil, garis pantai, hutan, serta wilayah yang menjadi habitat berbagai satwa Alaska.
Margerie kemudian menjadi salah satu tujuan utama perjalanan menuju bagian atas Glacier Bay.
Panjang Gletser Mencapai Sekitar 34 Kilometer
Ukuran Margerie jauh lebih besar daripada yang terlihat ketika dipandang hanya dari permukaan laut.
Gletser ini mempunyai panjang sekitar 21 mil atau mendekati 34 kilometer. Alirannya dimulai dari kawasan bersalju di Fairweather Range pada ketinggian lebih dari 9.000 kaki atau sekitar 2.700 meter.
Salju yang terus menumpuk di pegunungan secara perlahan mengalami pemadatan.
Lapisan salju berubah menjadi es dalam proses panjang, kemudian massa es bergerak mengikuti gravitasi melalui lembah menuju laut.
Margerie karena itu dapat dibayangkan sebagai sungai es yang sangat besar.
Berbeda dengan sungai air yang bergerak cepat, pergerakan gletser berlangsung jauh lebih lambat sehingga hampir tidak terlihat oleh mata manusia ketika diamati beberapa menit.
Meski terlihat tidak bergerak, massa esnya terus mengalir.
Es Margerie Bisa Bergerak Beberapa Kaki Setiap Hari
National Park Service memperkirakan aliran es Margerie dapat mencapai sekitar 3 hingga 7 kaki setiap hari, atau kira kira 0,9 hingga 2,1 meter.
Kecepatan tersebut cukup besar untuk sebuah massa es dengan ukuran puluhan kilometer.
Kemiringan pegunungan dan pasokan salju membantu mendorong es menuju bagian bawah.
Namun pergerakan gletser tidak berarti bagian depannya terus maju dalam jumlah yang sama.
Es yang sampai ke laut dapat mencair atau pecah menjadi bongkahan.
Keseimbangan antara pasokan es dari pegunungan dengan kehilangan es di bagian depan menentukan perubahan posisi terminus atau ujung gletser.
Pengukuran jangka panjang menunjukkan Margerie juga mengalami perubahan pada bagian depannya.
Dinding Es Setinggi Gedung Menjadi Pemandangan Utama
Bagian depan Margerie mempunyai lebar sekitar 0,85 mil atau 1,37 kilometer. Ketinggian es yang terlihat di atas permukaan air berada di kisaran 200 kaki atau sekitar 61 meter.
Jika dibandingkan dengan bangunan, ketinggian tersebut dapat menyamai gedung belasan lantai.
Ukuran sebenarnya bahkan lebih besar karena sebagian massa es berada di bawah permukaan air.
Dari kapal wisata, dinding gletser terlihat seperti benteng alami yang memenuhi ujung fjord.
Permukaannya tidak rata.
Ada menara es, retakan, cekungan, bagian tajam, serta bidang yang terlihat berwarna biru.
Bentuk tersebut terus berubah karena es bergerak, mencair, dan mengalami calving.
“Menurut penulis, ukuran Margerie baru terasa ketika kapal berhenti di hadapannya. Dinding es yang terlihat seperti garis kecil dari kejauhan perlahan berubah menjadi benteng raksasa yang memenuhi pandangan.”
Warna Biru Margerie Berasal dari Struktur Es yang Sangat Padat
Salah satu hal yang sering menarik perhatian wisatawan adalah warna biru pada beberapa bagian gletser.
Gletser tidak selalu terlihat putih.
Es yang baru terbuka setelah terjadi calving dapat mempunyai warna biru yang jauh lebih kuat.
Hal tersebut berkaitan dengan kepadatan es dan cara cahaya bergerak melaluinya.
Ketika salju mengalami tekanan dalam waktu panjang, gelembung udara di antara kristal semakin berkurang. Es menjadi lebih padat sehingga interaksinya dengan cahaya berbeda dari salju biasa.
Panjang gelombang merah lebih banyak diserap, sementara warna biru lebih banyak terlihat oleh mata manusia.
Karena alasan tersebut, bagian retakan atau bidang es yang baru terbuka sering mempunyai warna biru yang sangat mencolok.
Calving Menghasilkan Suara yang Dijuluki White Thunder
Margerie termasuk tidewater glacier karena ujungnya bertemu langsung dengan air laut.
Kondisi tersebut memungkinkan terjadinya calving secara rutin.
Tekanan pada bagian depan menyebabkan retakan terbentuk. Ketika sebagian massa tidak lagi mampu bertahan, bongkahan es terlepas menuju air.
Ukuran bongkahan yang jatuh sangat beragam.
Ada potongan kecil yang hanya menghasilkan percikan, tetapi ada pula bagian besar yang runtuh dengan suara keras.
Masyarakat Lingít mengenal suara gletser yang pecah sebagai sesuatu yang sering diterjemahkan menjadi white thunder atau petir putih.
Istilah tersebut cukup sesuai dengan pengalaman di lapangan.
Suara gletser terkadang dapat terdengar lebih dulu sebelum wisatawan mengetahui bagian mana yang sedang pecah.
Bongkahan Es Menjadi Iceberg Setelah Jatuh ke Laut
Es yang terlepas dari Margerie tidak langsung menghilang.
Sebagian mengapung sebagai iceberg dan bergerak mengikuti arus serta kondisi perairan.
Ukuran iceberg dapat terlihat kecil dari permukaan meskipun bagian yang berada di bawah air jauh lebih besar.
Karena itu, kapal wisata mempertahankan jarak aman dari dinding gletser dan bongkahan es.
Calving besar dapat menghasilkan gelombang serta memindahkan sejumlah besar es dalam waktu singkat.
Wisatawan biasanya diminta mengikuti arahan kru kapal selama berada di kawasan gletser.
Mendekati dinding Margerie menggunakan perahu kecil tanpa memperhitungkan kondisi es merupakan tindakan berbahaya.
Grand Pacific Glacier Berada Tepat di Samping Margerie
Pemandangan Margerie semakin menarik karena di dekatnya terdapat Grand Pacific Glacier.
Kedua gletser tersebut pernah bergabung pada bagian ujungnya.
Sekitar 1992, Margerie masih bertemu dengan Grand Pacific. Setelah Grand Pacific terus mundur, keduanya kemudian terpisah.
Perbedaan visual antara kedua gletser cukup mudah diperhatikan.
Margerie sering terlihat lebih putih dan biru pada bagian depannya. Grand Pacific dapat terlihat lebih gelap karena permukaannya membawa banyak batuan dan material.
Bagi wisatawan yang pertama kali datang, Grand Pacific bahkan terkadang tidak langsung dikenali sebagai gletser karena warna permukaannya.
Kedekatan kedua bentang es tersebut membuat Tarr Inlet menjadi salah satu bagian paling menarik di Glacier Bay.
Glacier Bay Dahulu Hampir Seluruhnya Dipenuhi Es
Pemandangan Glacier Bay saat ini sangat berbeda dibandingkan beberapa abad lalu.
Sekitar 250 tahun yang lalu, sebagian besar teluk masih tertutup gletser besar.
Sejak pertengahan abad ke 18, massa es tersebut mundur puluhan mil dan membuka perairan yang sekarang digunakan kapal.
Proses tersebut meninggalkan lembah, fjord, serta daratan yang secara bertahap mulai ditumbuhi vegetasi.
Glacier Bay akhirnya menjadi laboratorium alam yang penting bagi ilmuwan.
Peneliti dapat mempelajari perubahan bentang alam setelah es mundur, perkembangan tumbuhan, kehidupan satwa, geologi, serta pergerakan gletser.
Saat ini kawasan taman nasional masih mempunyai lebih dari seribu gletser.
Sebagian berakhir di daratan, sementara sejumlah kecil masih mencapai laut dan aktif menghasilkan iceberg.
Margerie Menjadi Salah Satu Gletser Tidewater Aktif
Tidak semua gletser di Glacier Bay berakhir langsung di laut.
Margerie termasuk kelompok yang masih mempunyai hubungan langsung dengan perairan asin.
Pada data National Park Service terbaru, Glacier Bay mempunyai tujuh gletser tidewater aktif yang menghasilkan iceberg.
Karakter tersebut membuat Margerie mempunyai daya tarik wisata besar.
Pengunjung tidak hanya melihat es dari kejauhan, tetapi dapat menyaksikan interaksi antara gletser dan laut.
Air lelehan dari bawah gletser juga dapat muncul di bagian depan.
Aliran tersebut menghasilkan gangguan pada permukaan air dan pada kesempatan tertentu membentuk semburan.
Perairan di depan gletser kemudian menjadi lingkungan yang dinamis dengan campuran es, air laut, serta material yang dibawa dari pegunungan.
Kapal Pesiar Menjadi Cara Populer Melihat Margerie
Sebagian besar wisatawan internasional melihat Margerie dari kapal pesiar yang memasuki Glacier Bay sebagai bagian perjalanan Alaska Inside Passage.
Kapal berlayar masuk melalui bagian bawah Glacier Bay kemudian bergerak menuju West Arm.
Perjalanan menuju Margerie membutuhkan beberapa jam sejak kapal memasuki kawasan taman nasional.
Saat mendekati gletser, kapal biasanya memperlambat kecepatan.
Penumpang memenuhi dek terbuka untuk melihat dinding es.
Dalam kunjungan tertentu, kapal dapat berhenti cukup lama di depan Margerie agar penumpang memperoleh kesempatan melihat gletser dari berbagai sisi.
Pengaturan kapal di Glacier Bay dilakukan secara ketat.
Jumlah kapal pesiar yang memasuki kawasan dibatasi untuk menjaga kualitas kunjungan sekaligus melindungi lingkungan laut.
Tour Boat dari Bartlett Cove Menawarkan Pengalaman Lebih Kecil
Wisatawan yang menginap di kawasan Gustavus atau Bartlett Cove mempunyai pilihan menggunakan tour boat.
Pada musim panas, perjalanan wisata dari Bartlett Cove dapat menempuh sekitar 130 mil melalui Glacier Bay dalam perjalanan kurang lebih tujuh jam.
Margerie menjadi salah satu tujuan utama apabila kondisi perjalanan memungkinkan.
Kapal jenis ini jauh lebih kecil dibandingkan kapal pesiar besar.
Pengunjung dapat memperoleh pengalaman yang terasa lebih dekat dengan permukaan laut.
Petugas taman nasional juga dapat berada di kapal untuk memberikan penjelasan mengenai gletser, sejarah kawasan, dan satwa yang terlihat selama perjalanan.
Teropong menjadi perlengkapan yang berguna karena perjalanan menuju Margerie juga memberikan banyak kesempatan mengamati satwa.
Tidak Ada Jalan Raya Langsung Menuju Glacier Bay
Berbeda dengan banyak taman nasional di Amerika Serikat, Glacier Bay tidak mempunyai jaringan jalan yang menghubungkannya dengan kota besar.
Pengunjung tidak dapat berkendara dari Juneau langsung menuju taman nasional.
Gustavus menjadi pintu masuk utama untuk perjalanan melalui daratan.
Kota kecil tersebut berada sekitar 65 mil atau 105 kilometer di barat laut Juneau.
Pada musim panas tersedia penerbangan dari Juneau menuju Gustavus dengan waktu perjalanan sekitar 30 menit.
Pilihan lain adalah menggunakan kapal feri.
Dari Gustavus terdapat jalan sekitar 10 mil menuju Bartlett Cove, tempat kantor taman nasional, pusat informasi, dermaga, dan penginapan berada.
Setelah Bartlett Cove, sebagian besar kawasan Glacier Bay hanya dapat dijelajahi melalui laut, udara, atau perjalanan alam.
Musim Panas Menjadi Waktu Utama Mengunjungi Margerie
Musim kunjungan utama Glacier Bay berlangsung dari akhir Mei hingga awal September.
Juli menjadi salah satu periode tersibuk.
Pada musim panas, layanan wisata, transportasi, kapal, serta fasilitas pengunjung tersedia dalam jumlah lebih besar.
Namun istilah musim panas di Alaska tidak berarti wisatawan akan mendapatkan cuaca hangat seperti di wilayah tropis.
Suhu pada musim kunjungan biasanya berada sekitar 10 hingga 15 derajat Celsius.
Hujan juga umum terjadi di Alaska tenggara.
Cuaca dapat berubah dengan cepat, sehingga jas hujan, lapisan pakaian hangat, topi, dan sarung tangan tetap berguna meskipun perjalanan dilakukan pada pertengahan musim panas.
Kabut Bisa Mengubah Penampilan Margerie dalam Beberapa Menit
Cuaca menjadi salah satu unsur yang membuat setiap kunjungan ke Margerie terlihat berbeda.
Pada pagi berkabut, bagian atas pegunungan dapat tertutup awan sehingga wisatawan hanya melihat dinding es.
Ketika awan bergerak, puncak Fairweather Range mulai muncul di belakang gletser.
Pada hari cerah, warna biru es terlihat lebih kuat karena terkena cahaya matahari.
Permukaan laut juga dapat memantulkan warna pegunungan dan gletser.
Namun wisatawan sebaiknya tidak mengharapkan cuaca cerah sepanjang perjalanan.
Alaska tenggara mempunyai tingkat hujan cukup tinggi.
Pakaian tahan air membantu pengunjung tetap berada di dek kapal ketika hujan turun sehingga kesempatan melihat Margerie tidak hilang hanya karena cuaca berubah.
Satwa Liar Menjadi Bonus Besar dalam Perjalanan ke Gletser
Perjalanan menuju Margerie bukan hanya wisata melihat es.
Glacier Bay mempunyai kehidupan liar yang sangat beragam.
Paus bungkuk banyak datang ke perairan tersebut pada musim panas untuk mencari makanan.
Sea otter juga dapat terlihat mengapung di sejumlah bagian teluk.
Di garis pantai terdapat kemungkinan melihat beruang, sedangkan burung laut banyak ditemukan di atas perairan.
Harbor seal menggunakan kawasan berair dingin dan iceberg sebagai bagian dari habitatnya.
Bongkahan es bahkan dapat menjadi tempat satwa beristirahat.
Karena perjalanan menuju Margerie berlangsung beberapa jam, wisatawan mempunyai kesempatan mengamati berbagai jenis hewan sebelum mencapai ujung Tarr Inlet.
Perlindungan Paus Membuat Pergerakan Kapal Diatur Ketat
Glacier Bay merupakan habitat penting paus bungkuk sehingga lalu lintas kapal tidak dibiarkan tanpa aturan.
National Park Service dapat menetapkan area dengan batas kecepatan kapal ketika paus ditemukan dalam jumlah tertentu.
Tujuannya mengurangi risiko tabrakan antara kapal dan mamalia laut.
Pengaturan tersebut dapat berubah mengikuti keberadaan satwa.
Bagi wisatawan, aturan semacam ini membuat perjalanan terkadang berlangsung lebih lambat, tetapi sekaligus meningkatkan peluang menikmati kondisi alam tanpa terlalu banyak gangguan.
Kapal pribadi juga harus mengikuti ketentuan masuk kawasan.
Pada periode musim panas tertentu, pemilik kapal pribadi membutuhkan izin sebelum memasuki bagian utama Glacier Bay.
Kayak Memberikan Pengalaman yang Jauh Lebih Menantang
Selain kapal wisata dan cruise ship, sejumlah petualang menjelajahi Glacier Bay menggunakan kayak.
Cara ini memberikan pengalaman yang sangat berbeda karena wisatawan berada hanya beberapa sentimeter dari permukaan air.
Namun perjalanan menuju kawasan gletser membutuhkan persiapan serius.
Jarak sangat jauh, cuaca berubah cepat, suhu air rendah, keberadaan iceberg, serta keterbatasan fasilitas membuat kayaking di Glacier Bay bukan aktivitas sederhana.
Pendayung harus memahami aturan kawasan, keselamatan laut, penyimpanan makanan, serta prosedur menghadapi satwa.
Mendekati dinding Margerie juga tetap mempunyai batas keamanan karena calving dapat terjadi sewaktu waktu.
“Margerie terlihat tenang dari kejauhan, tetapi lingkungan di sekitarnya terus bergerak. Es pecah, arus berubah, pasang bergerak dan satwa melintas, sehingga penghormatan terhadap aturan keselamatan menjadi bagian penting dari perjalanan.”
Glacier Bay Masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO
Nilai Glacier Bay tidak hanya diakui oleh Amerika Serikat.
Pada 1992, kawasan tersebut masuk dalam Situs Warisan Dunia yang kini bernama Kluane, Wrangell St. Elias, Glacier Bay, Tatshenshini Alsek.
Kawasan lintas batas Amerika Serikat dan Kanada tersebut mencakup pegunungan, lapangan es, sungai, fjord, serta ekosistem yang sangat luas.
Wilayah ini mempunyai salah satu bentang es non kutub terbesar di dunia.
Pengakuan internasional tersebut menempatkan Glacier Bay sebagai kawasan yang penting dari sisi geologi sekaligus keanekaragaman hayati.
Margerie menjadi salah satu bagian yang paling mudah dikenali wisatawan karena bentuk dinding esnya yang spektakuler.
Margerie Terus Berubah dari Tahun ke Tahun
Walaupun pernah mempunyai posisi ujung yang relatif stabil, Margerie bukan bentang alam yang diam.
Sejak sekitar 1998, bagian utara terminus mulai mengalami penyusutan yang lebih terlihat.
Sebuah cekungan terbentuk pada bagian dinding es dan kemudian berkembang.
Perubahan besar kembali tercatat pada 2017 ketika lebih banyak batuan terlihat akibat perubahan massa es.
National Park Service kini menggolongkan Margerie sebagai gletser yang sedang mengalami retreat atau kemunduran.
Perubahan tersebut dapat terlihat dari perbandingan foto dan pengukuran selama beberapa dekade.
Salju di pegunungan, suhu, kondisi laut, serta berbagai proses alam memengaruhi keseimbangan gletser.
Karena itu, bentuk Margerie yang dilihat wisatawan hari ini tidak persis sama dengan yang dilihat pengunjung puluhan tahun sebelumnya.
Fotografi Margerie Membutuhkan Kesabaran Lebih dari Peralatan Mahal
Dinding es Margerie menjadi objek fotografi yang sangat menarik karena bentuknya terus berubah.
Lensa lebar dapat digunakan untuk memperlihatkan gletser bersama pegunungan, sedangkan lensa tele membantu menangkap detail retakan dan proses calving.
Namun kamera terbaik sekalipun tidak menjamin seseorang mendapatkan foto runtuhan es.
Calving tidak mempunyai jadwal.
Wisatawan harus memperhatikan suara dan perubahan kecil pada dinding gletser.
Sering kali suara keras baru terdengar ketika bongkahan sudah mulai jatuh.
Menggunakan mode pemotretan beruntun dapat membantu menangkap urutan peristiwa.
Kondisi dingin juga perlu diperhitungkan karena baterai kamera dan telepon dapat kehilangan daya lebih cepat.
Bartlett Cove Layak Dikunjungi Sebelum Bergerak ke Bagian Dalam Teluk
Wisatawan yang menggunakan Gustavus sebagai basis perjalanan dapat menyediakan waktu untuk Bartlett Cove.
Kawasan tersebut menjadi pusat aktivitas taman nasional dan mempunyai visitor center, dermaga, penginapan, jalur alam, serta fasilitas informasi.
Dari sinilah banyak perjalanan menuju bagian dalam Glacier Bay dimulai.
Wisatawan dapat memperoleh informasi mengenai cuaca, kondisi perairan, satwa, serta aturan terbaru sebelum naik kapal.
Bartlett Cove juga mempunyai lingkungan yang menarik untuk dijelajahi dengan berjalan kaki.
Hutan pesisir tumbuh di sekitar kawasan, sementara garis pantainya memberikan kesempatan melihat perubahan pasang yang cukup besar.
Perbedaan pasang di Glacier Bay dapat mencapai lebih dari 20 kaki pada kondisi tertentu, sehingga bentuk garis pantai dapat berubah cukup nyata dalam satu hari.
Perjalanan ke Margerie Lebih Menarik Jika Tidak Hanya Menunggu Calving
Banyak wisatawan datang dengan harapan melihat bongkahan besar runtuh dari gletser. Namun pengalaman Margerie sebenarnya jauh lebih luas daripada satu peristiwa tersebut.
Perhatikan bagian atas gletser yang berkelok dari pegunungan, warna es pada retakan, aliran air di bawah terminus, serta iceberg yang perlahan bergerak menjauh.
Pegunungan di belakangnya juga menjadi bagian penting dari pemandangan.
Pada saat kapal mematikan atau menurunkan suara mesin, lingkungan dapat terasa sangat sunyi.
Angin, air, burung, dan suara gletser menjadi suara utama di ujung Tarr Inlet.
Kondisi seperti inilah yang membuat Gletser Margerie tetap menjadi salah satu tujuan utama perjalanan Glacier Bay, meskipun Alaska mempunyai ribuan gletser lain yang tersebar dari wilayah tenggara hingga bagian utara negara bagian tersebut.




Comment