Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian Mikroskop dan Fungsinya

Pengertian Mikroskop dan Fungsinya

Alat yang selalu ada di lab adalah mikroskop. Secara umum, pengertian mikroskop merupakan alat optic untuk membantu pembesaran suatu benda yang berukuran kecil atau mikroskopis. Perlu diketahui bersama, alat ini merupakan versi canggih dari lup atau kaca pembesar dan kacamata. Hewan kecil seperti mikroba dan bakteri tidak dapat dilihat langsung dengan mata meskipun sudah memakai kaca pembesar bahkan teropong. Dengan mikroskop, hal tersebut bukan masalah karena alat ini mampu memberikan perbesaran dari 40x hingga 1000x tergantung kapabilitas dan spesifikasi mikroskop.

Fungsi mikroskop

Seperti yang sudah dijelaskan, mikroskop berfungsi untuk melihat benda sangat kecil. Apapun dapat dilihat selama mampu diletakkan pada bagian meja preparat. Keberadaan mikroskop merupakan suatu revolusi yang sangat signifikan. Ilmuwan mulai mempelajari mikroba dan benda lain yang sangat susah dicek langsung. Fungsi ini semakin penting untuk penelitian virus yang sangat kecil.


Cara kerja

Secara umum, cara kerja mikroskop tidak beda jauh dengan alap optic lain. Mikroskop memiliki dua lensa yaitu objektif dan okuler. Lensa pertama berada dekat dengan benda atau meja preparat. Fungsinya untuk menangkap pantulan cahaya ke objek sehingga tampak. Setelah itu, hasil bayangan menjadi objek untuk lensa okuler yang berada di dekat mata.

Jika hanya satu lensa, alat tersebut disebut kaca pembesar. Ketika digabung dengan lensa dengan pembesaran tinggi, alat yang dimaksud dapat menangkap benda sangat kecil. Kedua lensa merupakan cembung lalu disatukan sedemikian rupa dengan tabung hingga menjadi sebuah mikroskop.

Jenis mikroskop

Pengertian mikroskop yang sering diketahui bersama merupakan jenis cahaya. Artinya, lensa membutuhkan cahaya untuk menampilkan objek. Ini merupakan mikroskop yang mudah ditemukan. Di lab sekolah, siswa melakukan percobaan biologi dengan alat tersebut. Jenis lain adalah mikroskop elektron. Alat ini tidak menggunakan cahaya tetapi pergerakan elektron. Anda mungkin jarang menemukannya di lab umum kecuali bagian riset khusus.

Cara pakai mikroskop

Anda tidak perlu mengetahui semua bagian karena cukup banyak. Yang terpenting adalah bagaimana memakai mikroskop dengan benar. Siapkan specimen dengan ukuran kecil. Untuk permulaan, potong daun dan letakkan di meja preparat. Selanjutnya, arahkan bagian bawah ke cahaya dan atur intensitasnya sehingga tidak terlalu terang.

Letakkan mata di bagian atas yaitu lensa okuler. Putar perbesaran di lensa objektif sehingga benda di preparat tampak jelas hal yang sama juga berlaku perbesaran di lensa okuler. Bagian lengan atau tabung akan naik turun. Dari cara pakai tersebut, cahaya merupakan bagian penting karena akan memantulkan benda dan atur perbesaran hingga tampak jelas.

Perhitungan dan rumus mikroskop

Untuk mengetahui berapa estimasi ukuran benda atau objek yang tampak di mikroskop, gunakan rumus perbesaran. Caranya yaitu mengalikan perbesaran di lensa objektif dan okuler. Misalnya, lensa objektif adalah 15x dan okuler adalah 10x sehingga hasilnya adalah 150x. Jadi, objek yang Anda lihat merupakan 150 lebih kecil dari yang tampak. Semakin besar hasilnya maka apa yang diamati merupakan objek yang sangat kecil.

Pembahasan mikroskop mencakup berbagai aspek. Seperti yang sudah dijelaskan, semuanya berawal dari pengertian mikroskop. Selanjutnya, fungsi dan cara kerja hingga perhitungan perbesaran. Informasi tersebut merupakan referensi dasar. Mereka yang memakai mikroskop pasti ingin mengetahui berapa estimasi ukuran objek kecil tersebut. Untuk tipe electron, cara kerja sama tetapi cara pakai berbeda. Pengamatan tidak membutuhkan cahaya sehingga lebih praktis dan mudah.


Pengertian Mikroskop dan Fungsinya - Colony

Posting Komentar untuk "Pengertian Mikroskop dan Fungsinya"